blog

Admin
Green Pramuka City Apartemen
Jl.A Yani Kav 49
Kenaikan Tarif IPL demi menjaga nilai investasi properti

Merdeka.com - Kenaikan tarif iuran pengelolaan lingkungan (IPL) oleh pengelola Apartemen Green Pramuka City sejak April 2016 lalu masih kurang disetujui oleh beberapa penghuni GPC. Padahal, langkah kenaikan tarif tersebut berakibat karena adanya kenaikan upah minimum pekerja (UMP) DKI Jakarta dan harga berbagai komponen penentu IPL saat itu.

Deputi Property Manager Pengelola Apartemen Green Pramuka City Danang S Winata mengatakan, tidak hanya GPC yang melakukan tindakan kenaikan tersebut.

"Hampir semua apartemen saat ini menaikan IPL, jadi bukan hanya kami yang melakukannya," ujar Danang S. Winata saat ditemui Merdeka.

Menurut dia, pihaknya tidak mudah untuk menghindari adanya kenaikan IPL akibat meningkatnya UMP DKI Jakarta, dan kenaikan berbagai harga lainnya. Hal tersebut berakibat pula pada meningkatnya biaya pengelolaan dan upah para pekerja di lingkungan apartemen yang porsinya kebanyakan dibayar sesuai UMP, semisal petugas keamanan dan petugas kebersihan.

"Jika tidak dinaikkan akan berakibat pada penurunan pelayanan dan kualitas lingkungan apartemen. Apalagi pengelola harus bisa menjaga agar nilai investasi yang ditanam para pemilik apartemen stabil bahkan kalau perlu naik," terangnya.

Sementara itu, Danang mengakui, banyak fasilitas bersama yang perlu dirawat dan dijaga. "Tentunya semua itu memerlukan biaya yang tidak sedikit," jelasnya.

Sebagian warga yang protes karena kenaikan tersebut jumlahnya tidak representatif dengan penghuni Apartemen Green Pramuka yang jumlahnya mencapai lebih dari 4.000 orang.

Danang menilai, protes warga itu wajar. "Ini Indonesia, naik tarif dikit pasti protes. Kayak mahasiswa yang demo saat BBM naik aja misalnya. Padahal kenaikan IPL sendiri untuk kesejahteraan bersama, untuk membangun bersama menciptakan suasana yang nyaman dan tenang bagi para penghuni juga," katanya.

Dirinya menyimpulkan bahwa pengelola memiliki alasan yang kuat terhadap kenaikan IPL. Untuk itu dirinya berharap agar protes sebagian kecil warga yang dinilai sudah berlebihan tidak mengganggu ketenangan warga lainnya di Apartemen Green Pramuka City tersebut.

read more
Admin
Green Pramuka City Apartemen
Jl.A Yani Kav 49
80 % Apartemen Green Pramuka City Fase Kedua Sudah Terjual

Jakarta- PT Duta Paramindo Sejahtera (DPS) melaksanakan topping off tower 5 yaitu tower Orchid pada proyek apartemen Green Pramuka City, Selasa (23/6). Tower 5 ini adalah pembangunan tahap kedua dari total 12 Tower yang nantinya akan dibangun.

Direktur PT DPS, Rudy Herjanto Saputra menyatakan, pembangunan tahap dua ini ialah pembangunan tower 5,6,7,dan 8. Keempat tower tersebut terdiri atas 3.850 unit dan sudah terjual 80% sejak dipasarkan awal tahun 2014.

"Kami ingin menepati janji untuk serah terima unit awal tahun atau pertengahan tahun depan," ujar Rudy di kantor pemasaran Green Pramuka City, Jakarta, Selasa (23/6).

Ada perbedaan bentuk fasilitas pada pembangunan tahap kedua ini dengan empat tower awal yang sudah dihuni. Keempat tower yang baru ini memiliki satu kolam renang ukuran besar dan akan dilengkapi fasilitas supermarket.

Unit yang dipasarkan pada pembangunan fase kedua ini sama dengan sebelumnya hanya dua tipe yaitu tipe 21 dan tipe 33. Untuk harganya dimulai dari Rp 350 juta hingga Rp 550 juta.

read more
Admin
Green Pramuka City Apartemen
Jl.A Yani Kav 49
Green Pramuka City Fokus Pada Segmen Menengah

Bisnis.com, JAKARTA--PT Duta Paramindo Sejahtera melalui produknya Green Pramuka City di Jakarta Pusat tetap fokus menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat kelas menengah.

Direktur Utama Duta Paramindo Sejahtera Rudy Herjanto mengatakan ada dua alasan yang mendasari perusahaan menyasar segmen menengah.

“Pertama, kami merasa segmen menengah dan menengah bawah merupakan lapisan paling tebal, dibandingkan segmen atas. Kedua, kami turut mendukung program Pemda DKI Jakarta menyediakan hunian layak dengan harga terjangkau,” tuturnya pada Bisnis.com, di sela acara penandatanganan kerjasama antara Duta Paramindo Sejahtera dengan Perum Damri, Senin (15/6/2015).

Pada lahan seluas 12,9 hektar, perusahaan berencana membangun 17 tower hunian vertikal yang menyasar segmen menengah. Setiap tower memiliki kapasitas 750 unit - 1.000 unit.

Untuk pengembangan setiap tower, sambung Rudy, pihaknya membutuhkan dana Rp250 miliar - Rp300 miliar. Pembangunan tower 1-4 sudah rampung dan diserahterimakan. Tahun ini perusahaan menargetkan pembangunan tower 5-8, sehingga proses serah terima dapat dilakukan secara bertahap sepanjang 2016.    

Manajer Pemasaran Green Pramuka City Andreas C.Y. menambahkan tower 5-7 sudah ludes terserap pasar, dan tower 8 baru terjual 30% sejak dilepas awal tahun. Selanjutnya pada Agustus 2015 atau setelah Lebaran, tower 9 mulai diluncurkan.

“Perusahaan menargetkan tower 8 dan 9 terserap 90% sampai akhir tahun,” pungkasnya.  

Ada dua tipe yang ditawarkan yakni studio dengan harga Rp400 jutaan dan 2 kamar tidur yang dibanderol Rp550 juta. Padahal, saat pertama diluncurkan pada 2010, Green Pramuka City membuka harga Rp200 juta per unit.

Menurut Andreas walapun terjadi kenaikan harga diatas 150%, perusahaan tetap berfokus pada segmen menengah. Saat ini, hunian vertikal yang tersebut memiliki 7.000-an pembeli, dan penghuni sekitar 6.000 orang. Komposisi pembeli 80% adalah pemakai, dan 20% merupakan investor.

read more

our clients said

Terima Kasih Atas Kepercayaan Anda

Green Pramuka City adalah hunian terbaik dengan konsep One Living Environment


Jefri

Customer

Green Pramuka City hunian dengan banyak fasilitas dan banyak sekali green areanya , apalagi letaknya ditengah kota
 


Irawati

Customer

Green Pramuka mempunya banyak gedung dan konsepnya bagus apalagi nanti ditambah Mall dan bioskop pantas untuk di sebut One Stop Enviroment


Bpk Tommy R. Santoso M.Si

Customer

Green Pramuka keren banget letak nya strategis dan Enviromentnya cocok buat keluarga


Iswan

Customer